1 Day Full Trip at Taman Sari and Ratu Boko Temple

January 16, 2011 Leave a comment

Hello everybody….,how are you today???I hope you have a good day. Ok…,i’m sorry if i can’t write this blog continuously, because it is holiday,so this is family time for me in my home ( long distance with my boyfriend… T_T ).

Then…, to remember the beautifull moment with my boyfriend, i write about someday when i was walking around in first time with him, in a full beautifull day. From beginning we don’t have any plan for where we had to go for vacation, we just met in the morning but still didnt know where to go. Finally we agreed to explore Yogyakarta City….:D

The first trip around that day, we went to Keraton Yogyakarta complex but actually we were not in keraton ( so sad huhu….šŸ˜¦ ), we went to TAMAN SARI ( hore…hore…. >o< ). Taman Sari located 400 meters away from Keraton Yogyakarta, but still inside of Keraton Yogyakarta complex. so lets go..,we must hurry up ( so enthusiastic ), but we entered through backside of buildings because the frontage full with houses. To enter this place we must pay ticket for Rp 3.000/person and Rp 5.000 for camera. If they were present a tourist guide around this place, pick one of them with you, he will tell you about the history of this place, and you will have no regret. Without them, you could just walking around ruined buildings and dont know the story behind them and….the guidance cost is not expensive…^_^ Taman Sari or Pasiraman Umbul Binangun was built when Sri Sultan Hamengku Buwono I or Mangkubumi Prince was in command at 1758 AD (woooww….). This building was well developed by an architect from Portugesse, it was stand out between Europa style at 18 century with Mongolia style. We can find some of Portugesse architect impression in the garden of Taman Sari. In those day, Taman Sari commonly used to be a rest area, set a mind at rest, and recreation. But despitefully, Taman Sari was well prepared as a fortress in face of snake in the grass and so commonly was used as religious place.

Come on…., we enter this building to know situation aboard. The first entrance room from ticket agent, we will find an open area with two keputren ( bathing place, its just like pools ) in middle part. Commonly this area was used by mistress for bath. One of the keputren most,we can see the high building with one of the windows ( in third floor ) looked towards the keputren. The story goes, if Sri Sultan disposed to a mistress, He will threw out a kind of scarf trough this window and any person who can percipient, she is all star. In the high building, we can find out a bedroom and suitroom. Come out of high building, we can found out the big keputren, where this keputren will used by Sri Sultan and selected mistress for bathing. Are you interested?? ok…,we will go to the next building. Taarrraaa…, come out from first building, then we can find out a special garden with glorious interior wall as the background. Ehm…., so amazing for me…>o<

ok…,walk the way to the next building, we will go through inhabitant houses, so interesting because in those house, we can see all about art, like paint, fabric (i mean batik), kites, and others. And of course you can buy some if you want ^_^, they sell it. How about the prices??oh it always negotiable…

And finally we arrive in a dark and long tunnel, which connected to Parangkusumo Beach ( can you believe that??? This is a shortcut!! so fantastic…). The story goes, this place was used by Sri Sultan to met Ratu Pantai Laut Selatan ( The Queen of Southern Sea, the legendary character in Yogyakarta whom some people believe that she is a real ). But, for this moment, this tunnel is closed because the organizer is afraid for something undesirable. Within the tunnel, we can find out an open area, it is a mosque, is commonly used by Sri Sultan and palace inhabitant for prayed. The form of this mosque is so interesting because comprise with two floor organized as a circle and in the second floor we can find out something like a big windows in each side. It is contained a ladderstep in the center which is connecting the first floor to second floor. Whereas for wudu place ( ritual ablution before prayers in muslim ) be under ladderstep.

Yogyakarta from the top of Taman Sari

Taman Sari, The Wall

Actually Taman Sari Complex comprises with 57 buildings, a keputren ( bath pool ), a drawbridge, a water canal, and also a big artifical lakes with artifical island and the subsoil-water path.

Our journey in Keraton area was finished!!…,but we still unfinished for searching wonderfull place on that day yet. the motorcycle ran to the Ratu Boko Temple and of course hope you had finished reading about Ratu Boko Temple at my previous post, because i don’t repeat it again in this post hehešŸ˜€

Yogyakarta From "Bukit Bintang"

In the Ratu Boko Temple we walked around untill 3pm. Only then, i had an idea for go to “Star Mountain” in the Gunung Kidul area. I like this place but we can’t spend much time here because there is always having a big wind ( mountain wind ). Actually the route to “star mountain” is so easy, just folloow the way Gunung Kidul, assumed you will go to Wonosari from Piyungan District, and then whenthere is a cross road that in the left side stands a police quarter you can turn right. Remember the Mark is police quarter. Just keep going till you find some places consist of big rocks (maybe they are weathered limestones or breccias we dont even sure about it) where you can see Yogyakarta city. No retribution is needed because this place is even not a tourism site. Dont forget to bring a tripod if you want to take a sunset picture, but be carefull, the land is angled and it is so windy too, you dont want your camera throw away by wind to a canyon, dont you? You can choose the best place for see Yogyakarta city in the night. Cool…, if you are luck, you can even see the airplane landing and take off….,and you can see the Yogyakarta City blind of lights….,wooww so amazing hohošŸ˜€

Beautifull Sky

After about 7pm, we went back to the city and “accidentaly” that night was “Takbiran Night”. What a fun!! In Yogyakarta, especially in Malioboro, Keraton and their villages…., have a lot of lampion ( china paper lantern) everywhere, parade…,so crowded in there.

This is my full day trip with my boyfriend….,so tired….,happy….,fun…and i like that. I can know about culture and history of Yogyakarta and of course i can see beautifull Yogyakarta in the night…^_^

So good night Yogyakarta, good night everyone…,we will meet again in my next trip with my boyfriend….

see you…..,be healty and be positive….:D

Thanks a lot for http://www.djawatempodoeloe.multiply.com
djokdja the blog
liburan.info

Find This post in Bahasa Indonesia

1 Day Full, Taman Sari, Candi Ratu Boko, Bukit Bintang

January 13, 2011 Leave a comment

Hai semuanya….,apa kabar???wah ternyata aku belum bisa kontinu untuk menulis blog ini karena sekarang lagi pada liburan jadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga deh hoho…,tapi sekarang aku berada di rumah ( jauh jarak dengan pacar ku….,oh tidak…T_T ).

ok….,sekalian mengingat momen bersama pacarku….,aku akan menulis tentang jalan-jalan satu hari full untuk pertama kali.awalnya kita belum ada rencana mau kemana hanya sekedar bertemu tapi karena kita berdua suka wisata dan dy senang dengan fotografi, maka kita saling memamerkan tempat yang bagus tapi belum pernah dikunjungi bersama.akhirnya kita sepakat untuk menjelajah Yogyakarta haha…:D

Perjalanan pertama kita mengarah ke daerah Keraton Yogyakarta tapi bukan ke keratonnya (sangat disayangkan huhu…), kita mengarah ke TAMAN SARI (hore…hore… >o< ). jaraknya hanya sekitar 400an meter dari Keraton Yogyakarta, jadi mungkin ini merupakan bagian dari kompleks Keraton.

Ayooo segera kita masuk setelah memarkir kendaraan kita tapi masuknya lewat belakang ya….,karena bagian depannya sudah dipenuhi dengan rumah-rumah penduduk.
Oh ya…,jangan lupa beli tiket masuknya, harganya Rp 3000,- per orangnya dan untuk kamera sebesar Rp 5000,- dan jika ditawarkan oleh seorang guide untuk mendampingi selama tour disini, janganlah menolaknya karena pasti kamu tidak akan rugi dan biayanya tidak semahal yang kamu kira lho….^_^

Taman Sari atau Pasiraman Umbul Binangun merupakan bangunan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangkubumi yang dibangun pada tahun 1758 (wooowww….). Bangunan ini dibangun oleh arsistek asal Portugis, sehingga terlihat ada perpaduan antara gaya Eropa abad 18 dan Mongolia. Konsep dari bangunan ini dapat dijumpai pada taman-taman dengan tradisi Portugis yang dapat ditemukan di Portugal.

Pada masanya Taman Sari ini digunakan untuk tempat istirahat, menetramkan hati dan juga berekreasi. Namun disamping itu, Taman Sari juga dipersiapkan sebagai benteng untuk menghadapi situasi bahaya dan juga digunakan sebagai tempat ibadah.

Ayo kita masuk bangunan ini untuk mengetahui situasi dari Taman Sari. memasuki ruangan pertama dari tempat penjualan tiket, kita akan menemukan tempat terbuka dengan dua kolam pemandian di bagian tengahnya. Biasanya tempat ini digunakan oleh para selir untuk membersihkan diri. disalah satu ujung kolamnya terdapat bangunan tinggi dengan salah satu jendela (pada lantai 3) yang menghadap ke kolam. Konon jika Sri Sultan mengingkan seorang selir, maka ia akan melemparkan sehelai kain dari jendela ini dan yang menangkapnya akan dijadikan pilihannya. Di dalam bangunan tinggi ini juga terdapat kamar tidur dan ruang untuk berganti pakaian. Keluar dari bangunan ini kita akan menemukan kolam pemandian lagi yang cukup besar, dimana kolam ini akan digunakan oleh Sri Sultan dan selir yang telah terpilih untuk mandi. menarik bukan???ini belum seberapa….,ayo kita lanjutkan ke bangunan lainnya.

Taaraaa….,begitu keluar dari bangunan pertama kita akan menemukan seperti sebuah taman khusus pada masanya dengan dinding megah sebagai latarnya. ehm….,sungguh menakjubkan >o<

Untuk menuju bangunan berikutnya kita harus melewati rumah-rumah penduduk, sangat menarik lho perjalanannya karena di rumah penduduk ini ditawarkan segala bentuk seni yang menarik seperti lukisan, kain, layang-layang, dsb.kalau berkenan untuk membeli, silahkan ^_^

ok…,sampailah kita ditempat yang kita maksud, yaitu sebuah lorong panjang yang konon terhubung hingga Pantai Parangkusumo. Konon tempat ini digunakan untuk bertemunya Sri Sultan dengan Ratu Pantai Laut Selatan ( Ratu Kidul ).Namun, saat ini lorong ini sebagian sudah ditutup karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kabarnya dulu pernah ada orang asing yang ingin meneliti apakah lorong ini benar-benar tembus hingga pantai selatan, namun dia tidak pernah kembali.

Salah satu lorong Taman Sari

Di suatu bagian dari lorong ini ditemukan tempat terbuka berupa masjid yang digunakan oleh Sri Sultan dan penghuni Keraton untuk beribadah. Bentuk dari masjid ini sangat menarik karena terdidri dari dua lantai dengan bentuk melingkar dan pada lantai dua nya akan terlihat seperti jendela besar pada masing-masing sisinya. selain itu juga terdapat anak tangga yang menghubungkan dari lantai satu bagian tengah ke lantai dua.sedangkan untuk tempat wudhunya terdapat di bawah anak tangga.

Sebenarnya kompleks Taman Sari terdiri dari 57 bangunan, baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air.

Pemandangan dari “atap” Taman Sari

 

Selesai sudah kita berjalan-jalan di daerah keraton….,tapi perburuan kita untuk mencari tempat yang menarik belum selesai. Kemudian kendaraan kita melaju ke daerah Candi Ratu Boko dan pasti kalian sudah membacanya di postingan pertama aku, jadi tak perlu kuulangi lagi ya hehešŸ˜€

Di Candi Ratu Boko kita sampe sore tapi ga sore banget juga sich hehe…
Setelah itu aku punya ide untuk pergi ke Bukit Bintang di daerah Gunung Kidul.aku suka tempat ini tapi ga bisa lama-lama juga anginnya gede lho…
Sabenarnya perjalanan kesini cukup mudah, kalian tinggal menyusuri jalan dari piyungan yang kearah Gunung Kidul kemudian perempatan Gunung Kidul yang ada kantor polisi nya belok kanan dech…,disini kalian tinggal memilih tempat yang bagus untuk melihat kota Yogyakarta di malam hari.
keren…,kamu bisa melihat pesawat yang akan mendarat…,melihat cahaya lampu kota yogyakarta…,wow sangat menakjubkan hoho….

Pemandangan Kota Yogyakarta

Beautifull Sky

Tapi karena hari telah malam sekitar jam 7, aku dan pacarku memutuskan untuk kembali ke kota, dan kebetulan sekali pada saat itu adalah malam takbiran. wooowww…,betapa ramainya Yogyakarta terutama di daerah Malioboro…,banyak lampion yang dikeluarkan trus seperti parade yang sedang berkelling, sangat ramai.

Inilah perjalanan satu hari full aku dengan pacarku…,melelahkan…,menyenangkan tapi aku suka itu. bisa tau akan kebudayaan dan sejrah Yogyakrta dan juga bisa melihat kecantikan Yogyakrta di malam hari…

met malam Yogyakarta, met malam kalian semua…,kita akan bertemu kembali di cerita selanjtnya….

sampai jumpa lagi…,be healty and be positive….:D

Thanks a lot for http://www.djawatempodoeloe.multiply.com
djokdja the blog
liburan.info

Candi Boko

January 12, 2011 1 comment

Halo semuanya….,ini adalah blog pertamaku with my boyfriends of course …, yeah…. buth waktu yang cukp lama untuk mempersiapkannya dan akhirnya siap tampil cihuiiii….i’m happy ^o^ . Oke…,postingan pertama ku dalam bahasa Indonesia….,aku ingin bercerita tentang candi ratu boko…,tentu saja karena ini perjalanan pertama bersama pacarku (jadi flash back dech…) tapi disamping itu aku ingin menceritakan pada kalian betapa wonderfullnya tempat ini dan aku suka…

Lokasi candi ratu boko di kota yogyakarta, lebih tepatnya di daerah Kalasan, di desa Dawung dan Sambirejo, sebelah selatan dari candi Prambanan (3 km) dan berjarak kurang lebih 18-19km dari kota yogyakarta (i love this city šŸ˜€ ). Candi ratu boko ini berada di atas bukit, dan dari sini kalian akan melihat pemandangan yang luar biasa, hamparan kota Yogyakarta dan tentu saja dengan merapi sebagai salah satu iconnya.

 

Aku kesini sudah dua kali dan untuk kedua kalinya aku mencari informasi mengenai candi ini. tapi sebelum kalian berimajinasi tentang kehidupan di candi ratu boko ini, kalian harus membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000/orang, tidak terlalu mahal untuk mengetahui sejarah di negara kitašŸ˜€

Candi ini diperkirakan berdiri sekitar abad 9 M pada zaman dinasti syailendra. berbeda dari beberapa situs purbakala lainnya, candi ratu boko ini cukup lengkap bangunannya, mulai dari gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal hingga kolam pemandian dan gua-guanya.

Pada awalnya candi ratu boko adalah sebuah tempat beribadah untuk para pendeta Buddha yang bernama Abhayagiri yang terlihat dari tinggalan arkeologis yang bersifat budhhisme yaitu runtuhan stupa (arca Dhyani Buddha dan stupika), tapi kemudian pada tahun 856 M berubah fungsi menjadi kediaman seorang raja yang bernama Raka Walainh Pu Khumbayoni yang beragama Hindu, yang menjadikannya sebuah keraton/kerajaan. Jangan heran bila kalian ketempat ini akan menemukan perpaduan antara unsur budha dan hindu dalam bangunan ini.
penyebutan sebagai kompleks keraton juga disinggung dalam beberapa prasasti dan lokasi beberapa bangunan yang menyerupai sebuah keraton.

 

Bagaimana dengan sejarahnya??
Di Situs ini ditemukan prasasti yang menunjukkan tahun 792 Masehi berupa Prasasti Abhayagiriwihara. Prasasti itu menyebutkan seorang tokoh bernama Tejahpurnpane Panamkorono. Diperkirakan, dia adalah Rakai Panangkaran yang disebut-sebut dalam Prasasti Kalasan tahun 779 Masehi, Prasati Mantyasih 907 Masehi, dan Prasasti Wanua Tengah III tahun 908 Masehi. Rakai Panangkaran lah yang membangun candi Borobudur, Candi Sewu, dan Candi Kalasan. Meski demikian Situs Ratu Boko masih diselimuti misteri. Belum diketahui kapan dibangun, oleh siapa, untuk apa, dan sebagainya. Orang hanya memperkirakan itu sebuah bangunan keraton.

Menurut Prof. Buchari, seorang ahli sejarah, bangunan Candi Ratu Boko merupakan sebah benteng pertahanan Balaputradewa atau Rakai Kayuwangi, putera bungsu dari Rakai Pikatan. Konon Rakai Kayuwangi diserang oleh Rakai Walaing Puhuyaboni (cicit laki-laki Sanjaya), yang merasa lebih berhak atas tahta daripada Rakai Pikatan, karena Rakai Pikatan hanyalah suami dari Pramodharwani, puteri mahkota Samarottungga yang beragama Budha. Dalam pertempuran tersebut Rakai Walaing berhasil dipukul mundur dan terpaksa mengungsi di atas perbukitan Ratu Boko dan membuat benteng pertahanan di sana. Namun pada akhirnya Keraton Boko dapat digempur dan diduduki Rakai Kayuwangi yang secara sengaja merusak prasasti yang memuat silsilah Rakai Walaing, dengan menghilangkan bagian yang memuat nama-nama ayah, kakek dan buyut Rakai Walaing.

Cukup menarik sejarahnya buat aku…,sebenarnya lebih tepat kalau aku bilang terpukau sambil melihat kondisi Candi Ratu Boko pada saat ini…,hebat.Bagaimana dengan kalian?tertarik??Tunggu….,aku belum selesai menceritakan tentang candi ini….,sekarang aku akan menceritakan tentang bangunan yang aku temuai selama candi ini (cukup makanĀ  waktu lho…,jadi jangan lupa bawa minum hehe….).

Arsitektur Candi Ratu Boko

Ada yang mengelompokkan bangunan-bangunan di situs ini menjadi 5 ataupun 3, tapi kalau menurut aku sama saja, bagaimana kita memahami bentuk arsitektur dari situs ini. Pada saat kita masuk kedalam kompleks ini, kita akan bertemu dengan kelompok gapura utama, semacam gerbang sebelum kita memasuki dunia ratu boko. gerbang utama terdiri dari 3 pintu gerbang yang saling berdampingan dengan arah utara selatan, dan bagian tengahnya merupakan bagian yang lebih besar yang diapit oleh buah gerbang yang lebih kecil, yang disebut dengan gerbang pengapit. bangunan ini disebut dengan gerbang Paduraksa.

Setelah kita melewati bangunan pertama kita akan menemui sebuah gerbang yang terdiri dari 5 gerbang dengan gerbang tengah lebih besar dibanding keempat gerbang lainnya. bentuknya hampir mirip dengan gerbang yang pertama hanya saja memiliki jumlah yang berbeda. entahlah apakah kedua bangunan ini memiliki fungsi yang sama atau tidak, tapi pasti ada kejelasannya hanya tidak tertulis.

Setelah melewati kedua gerbang tersebut, kita akan menemukan kelompok candi yang terbuat dari batu kapur yang berada di sebelah timur laut dengan jarak 45m dari pintu gerbang utama, yang merupakan candi pembakaran.

Kemudian kita akan memasuki kelompok paseban, yang terdiri dari pendopo, istana pemandian dan candi miniatur.
pendopo yang pada zaman dahulu digunakan sebagai ruang pertemuan berada di sebelah utara dari kelompok paseban ini. sedangkan disebelah selatannya akan ditemukan pondasi Pringgitan, dimana kedua bangunan ini dikelilingi oleh sebuah pagar dengan 3 gerbang yang beratap berada di sebelah utara, selatan dan di sebelah barat dari pagar tersebut.

 

 

 

Di sebelah timur dari pendopo terdapat komplek kolam pemandian ( rada merinding tapi juga penasaran sebenarnya memasuki komplek ini, itu aku lho….) yang juga dikelilingi oleh pagar. sebenarnya kolam yang ada sungguh banyak, hanya saja bentuknya sudah terlihat saling bergabung karena faktor usia dan cuaca jadi yang nampak oleh aku hanya beberapa kolam besar yang merupakan gabungan dari beberapa kolam.

Selain itu, kita juga bisa melihat gua yang letaknya lebih tinggi dari daerah sekitanya. terdapat dua gua, yaitu Gua lanang dan Gua wadon. Dalam gua wadon terdapat semacam relief yang menggambarkan sebagai alat kelamin dari wanita, tau yang disebut dengan yoni dan berada di atas pintunya. sedangkan dalam gua lanang juga terdapat relief lingga, yang merupakan simbol dari kelamin laki-laki, dan merupakan dewa siwa dalam agama Hindu. persatuan dari keduanya diharapkan adanya kesuburan dan kemakmuran, dan diduga digunakan sebagai tempat semedi hingga saat ini (terlihat seram….T_T ).

inilah perjalan aku dengan pacarku….,cukup melelahkan namun membawa ilmu sejarah yang cukup memuaskan….

apakah anda tertarik????jangan ragu-ragu…,karena aku merekomendasikan tempat wisata ini….^_^

tunggu cerita perjalanan ku selanjutnya yakz….,be healty and be positive….:D

thanks for candidiy.tripod.com
yogyaonline.net
adventurenatureindonesia.blogspot.com

Foto – foto lainya :

Informasi Candi Ratu Boko

Para Rusa yang sedang beristirahat

See English Version Here

The Story Behind Ratu Boko Temple

December 9, 2010 1 comment

Hello everybody …., this is my first blog of course with my boyfriend …, yeah ….need a long time to prepare and finally we are here!! cihuiiii …. I’m very happy ^ o ^.

Okay …….,in my first post I want to tell you about Ratu Boko Temple, because this is my first trip with my boyfriend (so this is a flash back …) but besides that I want to tell you how wonderfull this place and I liked it…

Ratu Boko Temple located in the city of Yogyakarta, more precisely in the Prambanan subdistrict, in Sambirejo and Dawung village, south of Prambanan Temple (3 km) and approximately 18-19km from the city of Yogyakarta (i love this city :D). Ratu Boko Temple is located on the hill, and from here you’ll see a wonderful scenery.
Yogyakarta city, Prambanan Temple, and Merapi Mountain as one of Yogyakarta icon can also be seen from this hill.


I’ve came here twice and the second time I was looking for information about this temple. but before you enjoy the greatness of Ratu Boko Temple, you must pay the entrance fee of Rp 10.000/person (for foreigner don’t forget to bring your KITAS or you will pay more….), not too expensive to find out the history in our country and to enjoy such a beautifulĀ  sceneryšŸ˜€

This temple was built around 9 AD by Syailendra Dynasty. It is different from other ancient sites, Ratu Boko templeĀ  is not only consist of temples, but also complete with, entrance gate, hall, swimming pool (keputren) and caves.

Initially Ratu Boko temple was a place of worship for the Buddhist (Abhayagiri), as seen from the remains of archaeological ruins of the stupa is Buddhism (Dhyani Buddha statues and stupika), but later in 856 AD changed into the residence of a king named Raka Pu Walaing Khumbayoni (Hinduism), which makes it a palace / kingdom. So Do not be surprise if in this place you will find both Buddhist and Hindu elements. Moreover, archeologists found that in several inscriptions, Ratu Boko temple is mentioned as a palace. Some of the buildings (like keputren) inside Ratu Boko complex only exist on a palace else where.

How about the history?

An inscription called Abhayagiriwihara (792 AD) which is found in Ratu Boko complex, mentions character named Tejahpurnpane Panamkorono. It is believed that, he was the Rakai Panangkaran who is mentioned in the Kalasan inscription year 779 AD,Ā  Mantyasih inscriptionsĀ  in 907 Masehi , and the Middle Wanua Inscription III in 908 AD. Rakai Panangkaran was the one who built the Borobudur Temple, Sewu Temple , and Kalasan Temple. Nevertheless Site Ratu Boko is still surrounded in mystery. Not yet known when it was built, by whom, for what, and the others. People just expect that Ratu Boko is a palace.

According to Prof. Buchari, a historian, Ratu Boko temple is a fortress of Balaputradewa or Rakai Kayuwangi , the youngest son of Rakai Pikatan. As the story goes, he was attacked by Rakai Walaing Puhuyaboni (great-grandson of Sanjaya), who feel more entitled to the throne than Rakai Pikatan, In the battle, Rakai Walaing successfully repelled and perforced to flee over the hills Ratu Boko and make defenses there. But in the end, Kraton Boko can be occupied by Rakai Kayuwangi who intentionally damage the inscription which contains genealogical of Rakai Walaing, by eliminating the part that contains the names of father, grandfather and great-grandfather Rakai Walaing.

So wonderful history for me …, How about you guys? Interested?? Wait …., I have not finished telling you about Ratu Boko Temple …., now I’ll tell you about the buildings that I found during my journey in this temple (it takes a long time so do not forget to bring a drink hehe ….).

The Architecture

There are 3 or 5 classifications of the buildings on this site, but i think it is the same thing, how do we understand the architecture of this site.

when we enter into this complex, we will meet with the group of the main gates, a kind of gate before we enter the mysterious world of Ratu Boko. The first one consist of 3 main gates which contiguous in the north south direction, and its center is a larger gate flanked by smaller ones, called the gate clamps. It is called Paduraksa gate.

After we passed the first gates we will see a second main gate consist of five gates which contiguous in the north south direction. the middle gate is bigger than the other gates. its shape is almost similar to the first gate but it has a different number. I do not know whether these two gate have the same function or not, there must be a clarity behind, but was not written in any inscriptions.

 

After passed through the main gates, we will find a group of temple made of limestone in the northeast, approximately 45m from the main gates, called Crematorium Temple. then we will enter paseban group, consisting of a pavilion, swimming pool (keputren) and miniatur temples.
Pavilion, which in ancient times used as a meeting room located on the north side of this paseban group. while in the south we will foundĀ  Pringgitan foundation. These building are surrounded by a fence topped with 3 gates located on the north, south and west of the fence. To the east of the pavilion, we can see a swimming pool (keputren) complex (i feel suddenly frightened but embittered too) which surrounded by a fence. In the past there are a lot of existing pool, but now its shape was seen to join each other due to aging and weather. It can be said that several large pond formed by combination of several smaller ponds.

In addition, we can see the cave where located higher than the other area. there are two caves, the Lanang (male) CaveĀ  and wadon (female) Cave . In the wadon cave, we can found reliefs where describe such as the genitals of women, called the yoni above the door. while in the Lanang Cave we can see a relief too, called lingga, a symbol of the genitals of man, and it is the god Siwa in Hinduism. unity of both is expected as fertility and prosperity, and allegedly used as a place of meditation until recently (look scary …. T_T).

This is my trip with my boyfriend,…so tired but bring satisfactory history of science ….

are you interested?? do not be wary …, because I recommend this tourists area ….^_^

wait for my next trip story ….,be Healthy and keep positive thinking ….:D

thanks to
candidiy.tripod.com
yogyaonline.net
adventurenatureindonesia.blogspot.com

Other Pictures :

This is a view from Boko temple outpost

Second main gate

Boko Crematorium Temple, photograph was taken on 2007

Sayonara….. see you on the next posts

 

 

Lihat Halaman Bahasa Indonesia

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.